Kamis, 15 September 2014 - 11:39:22 WIB
Polip Hidung
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 5876 kali

Polip Hidung (KODE ICD-10 : J33 : Nasal Polyp) adalah tonjolan pada jaringan permukaan (mukosa) rongga hidung bagian dalam (cavum nasi). Bentuknya bertangkai dan memanjang (mirip dengan buah anggur bening lonjong bertangkai). Itu sebabnya penderita polip hidung merasa terganggu akibat tonjolan di dalam hidungnya sehingga tidak leluasa bernafas (buntu) dan pilek berkepanjangan. Mohon diingat bahwa jika seseorang mengalami pilek dan hidung berasa mampet, tidak lantas serta merta merasa dirinya menderita polip. Namun, tak ada salahnya periksa ke dokter untuk memastikannya.

Jenis Polip Hidung

Polip Hidung terbagi menjadi 2 jenis, yakni:

  1. Polip hidung Tunggal. Jumlah polip hanya sebuah. Berasal dari sel-sel permukaan dinding sinus tulang pipi (maxilla).
  2. Polip Hidung Multiple. Jumlah polip lebih dari satu. Dapat timbul di kedua sisi rongga hidung. Pada umumnya berasal dari permukaan dinding rongga tulang hidung bagian atas (etmoid).

Angka Kejadian

Berdasarkan usia penderita, Polip Hidung lebih sering dijumpai pada usia di atas 20 tahun. Sangat jarang terjadi pada anak. Perbandingan antara pria dan wanita pada usia dewasa berkisar 2-4 : 

Penyebab

Hingga kini penyebab Polip Hidung belum diketahui secara pasti. Pelbagai teori dikemukakan para ahli berkenaan dengan proses terjadinya Polip Hidung. Namun kepastiannya belum diketahui.

Adapun faktor penyebab yang dianggap berhubungan dengan Polip Hidung adalah reaksi alergi dan peradangan menahun yang berulang. Beberapa penyakit dan kondisi yang ditengarai berhubungan dengan Polip Hidung, diantaranya: Asma (20-50%), Rhinitis Alergika, Sinusitis Kronis, Intoleransi Aspirin, Intoleransi Alkohol, dan lain-lain ( John E McClay, MD )

Gejala Polip Hidung

  • Hidung mampet. Berat ringannya hidung buntu bergantung pada letak dan ukuran Polip Hidung.
  • Suara bindeng. Penciuman menurun.
  • Pilek berkepanjangan. Hidung meler, encer hingga kental.

Keluhan-keluhan makin menjadi jika penderita mengalami alergi yang dipicu oleh berbagai faktor.

Untuk memastikan diagnosa Polip Hidung, mau tidak mau periksa ke Dokter THT, melalui: pemeriksaan fisik jeroan rongga hidung, Rinoskopi, Endoskopi Nasal.

Pengobatan

Prinsip pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya. Sayangnya, hingga kini penyebab pasti Polip Hidung belum diketahui. Sehingga pengobatan Polip Hidung ditujukan untuk meredakan keluhan akibat Polip dan menghilangkan Polip Hidung melalui tindakan medis operasi.

Pengobatan Non Operatif

Cara ini dipilih untuk pengobatan Polip Hidung yang masih kecil, untuk meredakan keluhan dan agar polip tidak membesar secara progresif. Obat yang lazim digunakan, antara lain:

  • Anti inflamasi steroid oral. Diberikan pada awal pengobatan untuk mencegah hidung buntu, sekaligus untuk menilai respon pengobatan. Apabila memberikan respon yang bagus, pengoabatan dengan cara ini aman diberikan secara periodik 3-4 kali setahun.
  • Steroid intranasal. Efektif untuk mengurangi pertumbuhan Polip Hidung dan pasca operasi.
  • Injeksi Steroid intra Polip. Pengobatan cara ini sangat selektif dan dipilih atas pertimbangan khusus oleh dokter THT.
  • Leukotriene inhibitors. Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan ini bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan Polip Hidung dan meredakan keluhan, terutama pada Polip Hidung yang dipicu oleh Rhinitis Alergika.
  • Antibiotika. Hanya digunakan jika dijumpai infeksi sekunder oleh kuman berdasarkan pemeriksaan dokter.

Pengobatan Operatif

Tindakan operasi dilakukan untuk mengambil Polip Hidung berdasarkan indikasi sesuai hasil pemeriksaan Dokter THT.

Pasca operasi dilanjutkan dengan pengobatan untuk meredakan keluhan yang mungkin masih timbul, dengan menggunakan Steroid semprot intranasal.

Bagi Penderita Polip Hidung yang sedang menjalani pengobatan Non-Operasi, hendaknya menyampaikan kepada Dokter THT, obat-obat yang paling nyaman dan memberikan respon terbaik. Dengan begitu dokter akan memilihkan obat yang paling tepat, nyaman dan aman atau obat dengan efek samping paling minimal untuk penggunaan jangka panjang.

Sumber : cakmoki86.wordpress.com

 

 

 

 

 


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)