Jumat, 22 Maret 2019 - 07:51:56 WIB
Kegiatan Pelatihan Asesor RSUD I.A. Moeis Samarinda
Diposting oleh : Oky Wijaya
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 4318 kali

Tantangan institusi pelayanan kesehatan saat ini adalah meningkatnya tuntutan dan harapan terhadap pelayanan aman dan bermutu salah satu pilar utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu adalah adanya sumber daya manusia yang kompeten. Mengukur dan memastikan kompetensi individu-individu yang bekerja diseluruh area rumah sakit adalah hal yang penting dalam menggambarkan organisasi untuk memenuhi kebutuhan keselamatan pasien serta fungsi pelayanan secara umum.


Hal inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya pelatihan asesor kompetensi perawatan klinik yang diselenggarakan dipoliteknik kesehatan, kementrian kesehatan atau POLTEKKES Kaltim pada rabu, 20 Maret 2019.

Acara ini adalah hasil inisiasi dari RSUD I.A. Moeis bersama himpunan perawat manajer indonesia (HPMI).


“terselenggaranya acara ini akan lebih menjadikan rs lebih baik dengan meningkatnya kompetensi berupa kualitas perawat di RSUD I.A. Moeis. Peserta Asesor itu sebenarnya dengan perawat yang diasesinya itukan perbandingannya 1 asesor 20 perawat asesi jadi sebenarnya masih kurang tapi kurangnya tidak terlalu banyak dengan jumlah perawat kami yang sekitar 200, saya kira dengan 15 peserta sudah mencukupi” dikatakan Direktur RSUD I.A. Moeis.


Pelatihan kali kedua ini diikuti 23 peserta dari 4 rumah sakit diantaranya adalah RSUD I.A. Moeis (15 peserta), RS Dirgahayu (3 peserta), RS SMC (3 peserta) dan HISKUBAR (3 Peserta).


Selain itu menurut ketua HPMI kaltim, penting bagi rumah sakit memiliki staf yang mempunyai kemampuan assesment kompetensi yang lengkap dan menggunakan performance appraisal, seperti review credential dan previllage untuk mengevaluasi dan memverifikasi kemampuan seseorang dalam memenuhi kinerja yang diharapkan.


“jadi sebenarnya rumah sakit ini berkepentingan juga dengan pelatihan ini karena tuntutan akreditasi, agar semua rumah sakit punya perawat yang kompeten dan melakukan uji kompetensi, oleh sebab itu rumah sakit harus mempunyai asesor yang banyak karena standarnya asesor hanya bisa mengasesi setidaknya 1 banding 20. kalau rumah sakit memiliki perawat yang banyak maka harus memiliki asesor yang banyak demi kompeten mereka bisa dipertanggung jawabkan” dikatakan Ketua HPMI Kaltim.


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)